Diposkan pada Indonesia, jakarta, traveling

Vitamin Sea ~ Kepulauan Seribu

18 Juni 2018

Hai libur Lebaran yang hampir usai tapi belom iklas untuk dilalui oleh 2 anak gadis yang tahun ini ga punya rencana trip keluar kota. Kami rindu menjelajah lagiiiiiiiii…. Tapi kali ini maunya cuma liburan disekitaran kota Jakarta aja.

Hmm… kemaren udah jalan-jalan di kota, kok rasanya ada yang kurang yah. Haiyaaaa… kurang nyentuh air laut nih, alias butuh mantaiiiiii sangat…!!!! Dan dengan randomnya kali ini saya usul buat kami ikut One Day Trip menjelajah 3 pulau (Pulau Onrust, Pulau Kelor & Pulau Cipir).

Biasanya kalo libur Lebaran gini, jarang ada Open Trip yang buka. Akhirnya hari itu, ngubek-ngubek IG dan ketemulah salah satu operator yang ternyata buka untuk tanggal yang saya mau. Aiiich… inikah jawaban dari kerinduan yang menggebu-gebu buat ketemu air laut yah?!

Ga pake nunggu lama, akhirnya mulailah saya menghubungi operator tsb. Di awal rasanya ko kurang nyaman yah, terlihat balasannya seperti ga semangat buat ngeladenin pertanyaan saya. Tapi dalam hati saya, udahlah tokh cuma untuk trip sehari ini. Alhasil, dari pembicaraan yang seharusnya berangkat Minggu dan saya ubah ke hari Senen.

Ps. Hati-hati yah pilih operator trip! Bae-bae dongkol kalo harus ngadepin orang yang cara melayani aja ga baik! Padahal, dengan punya hubungan baik pasti kita juga ga akan ragu-ragu buat merekomendasikan OT yang kita gunakan ke orang lain yah.

Long story short, dari kesan pertama waktu chat berlanjut lah ke hari-h. Karena sang admin tidak akan mendampingi, jadi kita akan diberikan no telp CP di sana. Pagi itu saya sedikit telat karena harus menunggu mobil carry yang sangat lama ngetem menanti penumpang. Dan biar kami ga ditinggal rombongan, maka saya coba memberi kabar lewat chat WA. Dan sukses ga dibales!! Dan rombongan di depan kami yang akan menuju tempat yang sama, sudah ditelpon berkali-kali oleh CP nya. Dalam hati saya, waduh.. ini kok kita ga ditanggepin yah. Jadi makin ragu bener ga yah operator yang kami pakai ini.

Setelah sampai di Kamal Pantai, kami lumayan kaget karena tempat yang tidak begitu besar itu sudah tidak terlihat banyaknya orang yang berkumpul. Semakin deg-degan karena nomor CP yang diberikan tidak bisa ditelpon. Coba tanya ke beberapa orang di sana, mereka bilang kalo kelompok kami sudah jalan. Seketika lemes lah saya, karena bingung harus gimana. Untungnya, ada operator dari OT lain yang menawarkan untuk ikut dengan kapal mereka saja. Nanti kalau sudah sampai di pulau baru mencari rombongan kami.

Ach, tapi saya ga mau semudah itu untuk menyerah. Akhirnya saya hubungi nomor admin. Padahal semalam ada wanti-wanti dari sang admin yang katanya jangan hubungi nomor ini, karena dia tidak ikut mendampingi! Duh.. Bahasanya “Mohon untuk tidak ada yang telpon ke nomor saya” sebenernya bikin saya ragu juga untuk telpon. Tapi ini katanya udah ditinggal yah mau ga mau harus terus dihubungi donk. Alhasil, saya diminta untuk menyusuri gang kecil di pinggir tempat pelelangan ikan ke arah masjid. Dan di sana baru akan bertemu dengan team yang sudah ditunjuk oleh sang admin.

Fiiiuh.. akhirnya bertemu dengan sosok yang saya cari. Dan dari yang seharusnya perjalanan jam 8, ternyata kapal baru jalan pukul 9. Ditambah dengan beberapa keapesan lainnya. Seperti kapal yang mogok ga mau jalan pagi itu dan memaksa kami untuk pindah ke kapal lainnya. Trus kapal pengganti jalan amat sangat lambat. Sampai-sampai kami bisa didahului oleh beberapa kapal yang seukuran bahkan dengan kapal yang ukurannya jauh lebih kecil dari kapal yang kami gunakan.

Buat teman-teman yang akan berkunjung ke-3 pulau tersebut, biasanya kita akan menyebrang dari daerah Kamal Pantai. Kamal Pantai ini adalah daerah yang berbeda dengan Muara Angke yang biasanya berisi kapal-kapal yang akan menghantar kita ke Pulau Tidung, Pari, Pramuka & Harapan yah. So, jangan sampai salah meeting point yah. Dari tempat kita naik kapal, kita bisa melihat dengan jelas bangunan-banguna di sekitar Pantai Indah kapuk. Termasuk dengan pulau reklamasi yang baru-baru ini diberhentikan pembangunannya.

Oke, setelah perjalanan kurang lebih 1 jam dengan pemandangan laut yang terlihat beberapa sampah dan keadaan air laut yang berwarna coklat akhirnya kami sampai di pulau pertama untuk dieksplore.

-PULAU ONRUST-

Pulau ini menjadi pulau pertama yang kami kunjungi. Menurut kisah dari salah satu petugas di pulau. Luas Pulau Onrust ini kurang lebih 3.6 Ha. Pulau ini dulunya difungsikan sebagai penjara lalu sebagai tempat karantina bagi orang-orang yang akan menunaikan ibadah haji.

Nah, di pulau ini cukup nyaman ko. Tersedia warung makan, toilet, musholla dan tempat untuk duduk atau makan bersama.

Kalian bisa mengelilingi pulau ini kurang dari 30 menit. Di sekitaran dermaga, ada tulisan Pulau Onrust dan juga kincir angin mini seperti di Belanda. Jalan lebih jauh kedalam, kalian akan bertemu museum kecil yang banyak memuat tentang sejarah pulau ini. Disekitarnya terdapat runtuhan bangunan tempat asrama haji. Dan dibagian belakang, terdapat museum penjara. Dimana dulunya para tahanan diadili dan dipenjara di ruangan ini.

Sampai ke bagian ujung belakang, teman-teman akan disuguhi deretan batu yang berfungsi sebagai pemecah ombak. Siang itu angin terasa berhembus sangat kencang, sehingga membuat ombak bergantian mendekati pulau. Untungnya pulau ini sudah direklamasi. Karena tanpa tembok-tembok dan deretan batu pemecah ombak, mungkin lambat laut pulau itu akan lenyap disapu ombak ganas.

Siang itu, kami sudah cukup puas untuk berkeliling di pulau. Informasi di awal cukup membingungkan bagi kami tentang waktu berkumpul untuk melanjutkan ke pulau lainnya. Dari yang rencananya pukul 10 akhirnya harus molor jam 11.30. Sayangnya, hal itu terjadi setelah kami bolak balik bertanya kapan waktunya kapal akan melanjutkan perjalanan.

Akhirnya kapal kami menjauh dari Pulau Onrust untuk menyebrang ke pulau kecil dihadapan kami.

Pulau Cipir-

Tidak perlu waktu lama untuk mencapai pulau ini. Jaraknya hanya 5 menit dari Pulau Onrust. Bahkan dari Pulau Onrust berbagai kegiatan orsng-orang disekitar pulau ini dapat kita lihat dengan jelas.

Kesan saya saat pertama kali tiba di tempat ini. Ko berbeda yah dengan situasi di pulau Onrust.

Tempat ini sangatlah ramai dengan orang yang sedang berkumpul sambil menggelar tikar, bahkan di sebagian besar area terdapat tenda-tenda yang didirkan, ditambah lagi dengan pemandangan sampah yang terlihat dimana-mana. Sungguh jauh dari kata terstur dan bersih deh pulau ini.

Tapi Pulau Cipir ini ternyata lebih luas bila dibanding dengan Pulau Onrust. Beberapa area sudah terlihat pernah dipugar karena sudah ada tembok penghalang gelombang, lalu ada tempat untuk berteduh.

Pulau Cipir ini konon katanya adalah bekas rumah sakit. Banyak reruntuhan bangunan yang tersisa di pulau ini. Bahkan masih ada reruntuhan bangunan kamar mandi yang mempunyai banyak sekali ruang.

Di tempat ini, kami tidak diberi waktu lama. Rasanya hanya 1 jam waktu yang kami miliki untuk mengexplore tempat ini. Sungguh berbeda dengan waktu yang diberikan untuk mengexplore Pulau Onrust.

Dan hari itu, akhirnya kami kembali melakukan perjalanan menuju Jakarta. Kembali lagi menggunakan camry, untuk membawa kami melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta.

Yah, perjalanan ke tiga pulau ini sebenarnya tidak susah untuk dicari. Coba lah untuk menggoogle, atau lewat instagram dan tentunya referensi dari teman yah. Untuk perjalanan dadakan sekalipun, sebenarnya bisa dilakukan ko. Datang aja ke Pelabuhan sekitaran Kamal Pantai di tempat pelelangan ikan. Masuk menuju mesjid di belakang tempat pelelangan ikan. Disana, akan ada banyak kapal yang siap untu membawa kita menjelajah 3 pulau itu. Dan tentunya kamu punya kesempatan mendapatkan harga yang lebih murah. Karena, kamu akan berhubungan langsung dengan orang yang memiliki kapal, bukan dengan agen seperti yang saya dapati.

Dan semoga trip ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk liburan singkat yang murah meriah, tetapi tidak terlalu jauh dari Kota Jakarta.

*)Tambahan

Cara menuju ke Kamal Pantai, Sumber.

1. Menggunakan Transportasi Umum

a.Via Bus Transjakarta

Jika Anda tinggal di wilayah non Kota Tangerang, Anda cukup naik Bus Transjakarta dengan biaya Rp 3,500/ orang dengan tujuan akhir Terminal Kalideres. Selanjutnya Anda turun di shelter/halte Rawa Buaya, jalan sedikit untuk lanjut naik angkot carry plat hitam jurusan Muara Kamal harga-nya sekitar Rp 8,000 – Rp 10,000/ orang, turun sampai pemberhentian terakhir di Muara Kamal atau Tempat Pelelangan Ikan. Kemudian Anda tinggal jalan kaki sekitar 100m untuk menuju Dermaga Muara Kamal. Sedangkan Anda yang tinggal di wilayah Kota Tangerang, cukup ikuti arah sebaliknya dengan naik Bus Transjakarta jurusan Harmony dari Terminal Kalideres. Langkah selanjutnya ikuti seperti petunjuk diatas.

b.Via Bus Umum

Jika Anda tinggal di wilayah non Kota Tangerang, Anda harus cari Bus apapun dengan jurusan Terminal Kalideres untuk turun di Perempatan Cengkareng (turun di sisi barat/ seberang halte transjakarta Rawa Buaya), jalan sedikit untuk lanjut naik angkot carry plat hitam jurusan Muara Kamal Harga-nya sekitar Rp 8,000 – Rp 10,000/ orang, turun sampai pemberhentian terakhir di Muara Kamal atau Tempat Pelelangan Ikan. Kemudian Anda tinggal jalan kaki sekitar 100m untuk menuju Dermaga Muara Kamal. Sedangkan Anda yang tinggal di wilayah Kota Tangerang, cukup ikuti arah sebaliknya dengan naik Bus/ Angkutan umum jurusan Terminal grogol dari arah tangerang/ terminal Kalideres. Langkah selanjutnya ikuti seperti petunjuk diatas.

c.Via Taksi

Ada 2 cara jika Anda ingin menggunakan taksi untuk menuju Dermaga Muara Kamal. Yang pertama melaui rute Tol Bandara, Anda harus keluar pada Exit Tol Kamal, kemudian langsung puter balik kanan (patokan pos polisi) dan segera ambil kiri (ada petunjuk arah “KAMAL”). Cukup lurus terus ikuti jalan tersebut (Jl Kamal Raya– banyak pabrik berjejer) sampai mentok ada jembatan. Kemudian belok kanan (melewati jembatan diatas tol) lurus aja mengikuti aliran sungai sampai mentok pasar/ tempat pelelangan ikan (disisi kanan sungai ada Stadion Kamal Jakarta Utarauntuk dilewati). Setelah turun, jalan sedikit saja untuk sampai ke Dermaga Muara Kamal. Yang kedua melalui rute tol JORR arah Bandara, Anda harus keluar pada Exit Tol Kamal Selatan/ cengkareng/ kapuk, kemudian langsung belok kiri (ada petunjuk arah “KAMAL”) selanjutnya sama seperti petunjuk diatas.

d.Via Kereta Api/ KRL/ Commuter Line

Ada beberapa cara jika Anda ingin menggunakan KRL untuk menuju Dermaga Muara Kamal. Bagi Anda yang tinggal di wilayah non Kota Tangerang, cara pertama adalah dengan naik KRL tujuan Stasiun Kota, dilanjutkanjalan sedikit menuju museum Bank Mandiri untuk cari angkot merah B06 jurusan Kamal. Setelah sudah naik angkot tersebut Anda harus turun di pertigaan kamal (patokannya dekat dengan Stadion Kamal Jakarta Utara). Selanjutnya Anda dapat naik ojek / angkot carry plat hitam / jalan kaki (bila mau tapi agak lumayan jauh loh- kurang lebih jaraknya 500m) untuk menuju Dermaga Muara Kamal. Cara kedua adalah dengan naik KRL tujuan Stasiun Rawa Buaya, untuk berikutnya saran saya dilanjutkan dengan naik transportasi online (gojek/ grabcar/ uber/ lainnya) dengan tujuan Pasar/ Tempat Pelelangan Ikan atau Dermaga Muara Kamal. Sedangkan Anda yang tinggal di wilayah Kota Tangerang, ikuti cara yang kedua dengan naik KRL tujuan Stasiun Rawa Buaya, untuk berikutnya saran saya sama seperti diatas yaitu dengan naik transportasi online.

e.Via Transportasi Online (Gojek/ Grabcar/ Uber/ Lainnya)

Dengan berkembangnya era aplikasi digital kita sangat dimudahkan dengan adanya transportasi online, dimana kita cukup memesan/ order di aplikasi tersebut dengan menuliskan tujuan akhir kita yaitu Pasar/ Tempat Pelelangan Ikan Muara Kamal atau Dermaga Muara Kamal. Mengenai harga akan menyesuaikan darimana Anda pesan.

2. Menggunakan Kendaraan Pribadi

a. Via Mobil

Ada 2 cara jika Anda ingin menggunakan mobil pribadi untuk menuju Dermaga Muara Kamal. Yang pertama melauirute Tol Bandara, Anda harus keluar pada Exit Toll Kamal, kemudian langsung puter balik kanan (patokan pos polisi) dan segera ambil kiri (ada petunjuk arah “KAMAL”). Cukup lurus terus ikuti jalan tersebut (Jl Kamal Raya– banyak pabrik berjejer) sampai mentok ada jembatan. Kemudian belok kanan (melewati jembatan diatas tol) lurus aja mengikuti aliran sungai sampai mentok pasar/ tempat pelelangan ikan (disisi kanan sungai ada Stadion Kamal Jakarta Utara untuk dilewati). Anda dapat parkir Mobil di tempat parkir yang disediakan oleh warga setempat, jika penuh Anda juga dapat parkir di lokasi Stadion Kamal Jakarta Utara. Untuk tarif parkir sendiri berkisar antara Rp 20,000 – Rp 30,000/ mobil (dari pagi hingga sore). Kemudian setelah parkir, cukup jalan sedikit saja untuk sampai ke Dermaga Muara Kamal. Yang kedua melalui rute tol JORR arah Bandara, Anda harus keluar pada Exit Toll Kamal Selatan/ cengkareng/ kapuk, kemudian langsung belok kiri (ada petunjuk arah “KAMAL”) selanjutnya sama seperti petunjuk diatas.

b.Via Sepeda Motor

Akses yang paling mudah menurut saya adalah dengan melalui Jalan Daan Mogot. Yang perlu Anda cari patokannya adalah traffic light/ lampu merah perempatan cengkareng. Jika Anda dari arah grogol, Anda harus melewati traffic light/ lampu merah perempatan cengkareng (Dilarang langsung belok kanan) terlebih dahulu untuk putar balik menuju lampu merah tersebut. Dan jika Anda dari arah Tangerang sebelum lampu merah dan halte transjakarta Rawa Buaya anda harus ambil kiri untuk bisa langsung belok kiri. Kemudian ikuti saja jalan tersebut (pinggir jalan tol) sampai ketemu sebelum pintu masuk tol bandara. Setelah itu langsung ambil kiri (ada petunjuk arah “KAMAL”) Cukup lurus terus ikuti jalan tersebut (Jl Kamal Raya– banyak pabrik berjejer) sampai mentok ada jembatan. Kemudian belok kanan (melewati jembatan diatas tol) lurus aja mengikuti aliran sungai sampai mentok pasar/ tempat pelelangan ikan (disisi kanan sungai ada Stadion Kamal Jakarta Utara untuk dilewati). Anda dapat parkir sepeda motor Anda di tempat parkir yang telah disediakan oleh warga setempat (saran saya ambil parkir yang melewati pasar- supaya jalannya tidak terlalu jauh). Untuk tarif parkir sepeda motor di Dermaga Muara Kamal Sendiri cukup murah yaitu Rp 5,000/ motor (dari pagi hingga sore).

Happy traveling dear friends!

I’m not lucky, coz I’m blessed

-Pink

Diposkan pada Indonesia, jakarta

Wisata Kuburan Jakarta : Ereveld (Taman Kehormatan)

Heh? Wisata Kuburan, ga salah nulis..??

Ungkapan keheranan ini juga yang pertama kali keluar dari beberapa orang yang tau tentang rencana saya ini.

Pertama datang dari seorang teman yang saya ajak untuk berwisata di hari libur Pilkada (27 Juni 2018) dan pernyataan kedua datang dari driver ojol yang menghantarkan saya.

Driver : Mau nyekar mba?

Saya : Ngga, mo jalan-jalan aja.

Driver : Loh, ini kan kuburan?!

Saya : Iya, tapi kuburan yang ini beda mas.

Driver : Oh, oke mba. Anak-anak sekarang aneh yah, wisatanya ke kuburan.

Saya : Hehehe.. *Sambil jalan ke arah pintu masuk

*) Ereveld Menteng Pulo

Yaaaah.. rute saya disiang yang panas itu bermula disekitaran area Menteng Pulo, yang sebenarnya tidak terlalu asing buat saya. Karena pernah menghantarkan beberapa kenalan bertemu dengan rumah abadinya. Tapi, area Erveld Menteng Pulo ini berada di satu area yang dikhususkan pintu masuknya. Grab Bike yang saya kendarai sempat sedikit salah arah. Kami mengitari area Ereveld dan berusaha masuk ke area pemakaman Inggris, dan ternyata bukan disitu letak pintu masuk yang dimaksud. Ternyata pintu masuk Ereveld Menteng Pulo itu berhadapan dengan Kantor Lurah Menteng Atas.

Apabila pintu pagarnya tertutup, kita bisa membunyikan bel sebagai sarana untuk memanggil petugas yang ada di sekitar area tsb.

Siang itu saya disambut oleh Pak Muhammad dan diberikan beberapa penjelasan sebelum saya mengelilingi area seluas kurang lebih 29.000m2 yang berbentuk L. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum berkeliling di area Ereveld bisa dibaca dibagian akhir blog ini yah.

Beberapa info tentang Ereveld Menteng Pulo yah.

  • Design Ereveld dilakukan oleh Letkol HA Van Oerle dari Divisi 7 Desember KL Belanda di tanah seluas 29.000 m2
  • Yang dikuburkan di tempat ini adalah setiap orang yang meninggal di Indonesia korban Perang Dunia II dalam kurun waktu 1942 – 1950
  • Setelah tahun 1960, Menteng Pulo menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi jasad-jasad yang dipindahkan dari beberapa daerah di Indonesia seperti Banjarmasin (1961), Tarakan (1964), Menado (1965), Palembang (1967), Balikpapan (1967), Makassar (1968) dan Cililitan (1968).
  • Di tempat ini terdapat 3356 buah makam yang dibagi dalam 18 blok atau vak. Blok seven december division diisi oleh jasad Pasukan Khusus Belanda yang dikirim untuk misi pemulihan setelah kekalahan Jepang. Blok Cililitan menjadi tempat bersemayam mereka yang dahulu beragama Islam. Dan blok penerbang menjadi tempat khusus bagi jasad anggota Angkatan Udara Belanda (Luchtvaartbrigade) ditandai oleh sebuah tugu dengan hiasan berupa baling-baling pesawat dan sebuah prasasti bertuliskan “ter nagedachtenis aan onze gevallen kameraden” yang artinya kira-kira: “Untuk rekan-rekan kami yang telah jatuh”. Sumber : Blog

Menurut info dari Tirto.id apa aja yang kita bisa temuin saat kita memasuki area Ereveld Menteng Pulo ini

  • Sebelah Kiri

Setelah pintu masuk, di sebelah kiri, arah utara, adalah nisan-nisan prajurit Hindia-Belanda yang beragama Islam. Mereka adalah orang-orang Indonesia yang tergabung dalam Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda. Terdapat nama-nama Jawa atau Arab di sana. Kebanyakan mereka berpangkat soldaat atau prajurit rendahan. Karena masalah orang Indonesia yang menjadi prajurit Belanda begitu sensitif.

Ke utara lagi, terlihat tugu yang terdapat baling-baling. Di dekatnya adalah makam-makam dari prajurit penerbangan KNIL, Militaire Luchvart (ML). Di sisi timur terdapat makam-makam dari prajurit Angkatan Laut Belanda, Koninklijk Marine.

  • Sebelah Kanan

Di sebelah kanan dekat gerbang adalah prajurit Belanda yang kebanyakan beragama Kristen, baik dari KNIL maupun dari Angkatan Darat Belanda alias Koninklijk Landmacht (KL). Di sisi kanan ini ada juga makam prajurit Belanda yang beragama Yahudi maupun yang Tionghoa.

  • Sebelah Selatan

Di sisi selatan jalan masuk, terdapat makam dari orang yang pangkatnya paling tinggi, Jenderal Simon Hendrik Spoor. Ia adalah panglima tertinggi Tentara Belanda di Indonesia dari 1946 hingga 1949. Menurut Jaap de Moor, dalam Jenderal Spoor: Kejayaan dan Tragedi Panglima Tentara Belanda Terakhir di Indonesia (2015), berdasarkan Notula Dewan Sidang Menteri 23 Mei 1949, Spoor meninggal karena serangan jantung.

Tidak ada perbedaan antara makam Spoor dengan prajurit yang berpangkat jauh di bawahnya. Hanya berupa nisan berbentuk salib saja. Seperti kata Spoor, “mereka berada di sini tanpa [peduli] ras, agama, etnis, pangkat atau jabatan.”

Spoor adalah orang meletakkan batu pertama atas pembangunan makam ini pada 8 Desember 1947, tapi makam prajurit W. van Kammen sudah ada sana sejak 11 Februari 1947. Sepasang orang sipil juga sudah dimakamkan di sana pada 14 Desember 1946. Spoor pun akhirnya menghuni makam itu juga pada 29 Mei 1949.

  • Sisi Timur Laut

Di sisi timur laut yang dibatasi pagar dengan makam-makam prajurit Inggris yang jadi korban perang. Kompleks pemakaman ini di kelolah oleh Komisi Pemakaman Korban Perang Persemakmuran Inggris atau Commonwealth War Graves Cemetery (CWGC).

Bentuk nisan makam Inggris ini berbeda dengan makam Belanda. Makam-makam ini tak berupa patok, melainkan marmer prasasti dengan posisi horizontal. Tentu saja ada nama, pangkat, tanggal kematiannya. Penanda agama tinggal dilihat dari tanda salib, bintang Daud, atau huruf arab di nisan.

Isi makam Inggris ini tak jauh beda dengan makam Belanda di sebelah. Ada personel Angkatan Laut dan Angkatan Darat Inggris di sana. Di antara personel Angkatan Darat ada juga yang beragama Islam. Mereka yang beragama Islam ini adalah prajurit yang direkrut Inggris di India atau Pakistan.

Beberapa personel dari Resimen Punjab juga bersemayam di sini. Makam-makam Inggris ini, seperti halnya makam Belanda, dihuni tubuh-tubuh prajurit yang pangkatnya beragam. Dari mulai prajurit rendah hingga perwira tinggi.

Nah, di dalam area Ereveld ini ada tempat yang sangat cantik:

  • Gereja Simultan

Dia adalah Kompleks Gereja Simultan yang udah ga aktif digunakan untuk beribadah, kecuali digunakan untuk acara-acara tertentu saja. Misalnya upacara memperingati akhir dari Perang Dunia II di Belanda pada tanggal 15 Agustus dan upacara memperingati akhir dari Perang Dunia II di Eropa.

Gereja ini didisain oleh Letkol H. van Oerle dari Royal Netherlands Engineer dan disebut-sebut mengadopsi perpaduan gaya arsitektur dari gereja, masjid, kuil dan sinagoga.

Bangunan ini juga memiliki bermacam simbol. Pada pintu masuk gereja terdapat enam simbol flora dan fauna. Pada pintu sebelah kiri terdapat simbol ikan, tanaman dan buah-buahan, sementara pada pintu sebelah kanan terdapat simbol burung, hewan dan pohon. Bila kita melangkahkan kaki memasuki gereja, kita akan menemukan simbol lain pada dinding sebelah kanan. Saya melihat simbol burung phoenix yang melambangkan kekekalan (De Onvergankelijkheid), simbol pohon yang melambangkan kehidupan (Het Leven), simbol kupu-kupu dilingkari ular yang melambangkan keabadian (De Eeuwigheid) dan simbol jam pasir yang melambangkan waktu (De Tijd).

Di bagian dalam gereja ada salib yang terbuat dari bantalan kayu rel kereta api. Yang melambangkan kematian korban akibat pembangunan rel kereta api di Burma, Siam di mana korban berasal dari berbagai negara yaitu Australia, Belanda, Inggris dan Amerika.

  • Colombarium (Rumah Abu)

Di sebelah Gereja Simultan terdapat Colombarium (rumah abu). Di Colombarium terdapat tabung-tabung yang jumlahnya 754 buah, berisi abu dari korban perang yang dikremasi oleh tentara Jepang. Tiap tabung menampilkan nama, jabatan, tanggal lahir dan tanggal wafat. Para tawanan perang ini adalah mereka yang bekerja paksa untuk membangun rel kereta api dan setelah mereka meninggal akhirnya dikremasi oleh Jepang. Abu jenasah mereka ini kemudian ditemukan oleh Amerika setelah Jepang kalah karena dihantam bom Hiroshima. Dari pihak Amerika menyerahkan kepada Belanda. Yang diletakkan di sini adalah atas kemauan pihak keluarga korban yang memang bertempat tinggal di Indonesia. Lainnya dibawa pulang ke Belanda.

Di depan Colombarium ini terdapat kolam yang membuat kesan tempat ini begitu teduh dan tenang. Padahal letak Ereveld Menteng Pulo berada di antara gedung-gedung tingginya Jakarta.

Columbarium yang selesai dibuat tahun 1950 ini berbentuk huruf L, ditopang oleh deretan pilar berwarna putih dengan sebuah kubah berbentuk buah pir berwarna tosca diatasnya. Tepat di bawah kubah terdapat tabung dari seorang serdadu tanpa nama dan patung seorang wanita dengan obor di tangan kanan. Di atas kepalanya tertulis “De geest heeft overwonnen” yang berarti “Roh telah menang”. Kalimat ini ternyata semboyan dari Seksi Pemakaman Angkatan Darat Belanda.

Simultaankerk dan Columbarium memiliki jendela dengan kaca patri berwarna-warni yang dibuat oleh C. Stauthamer. Tiap jendela memiliki gambar dengan arti yang berbeda-beda. Jendela pada Columbarium melukiskan persahabatan, sementara jendela-jendela di gereja melukiskan kalimat-kalimat religius. Saat kedubes Australia mengalami pengeboman di tahun 2004, sebuah jendela di sudut gereja ikut pecah karena tekanan udara yang begitu kuat.

Monumen di sekitaran Ereveld Menteng Pulo, yaitu : Monumen 7 December Division, Monumen Angkatan Udara, Monumen Angkatan Laut dan Monumen Bendera.

Dalam setahun terdapat dua kali peringatan yang dilaksanakan di sini. Yang pertama adalah peringatan invasi Jerman ke Belanda tanggal 14 Mei, dan yang kedua peringatan berakhirnya Perang Dunia II di Asia tanggal 15 Agustus. Sumber : Blog

*) Ereveld Ancol

Di hari yang sama, saya langsung memutuskan untuk menembus Jakarta Utara dari Jakarta Selatan. Mumpung masuk Ancol gratis buat yang ber-KTP Jakarta. Jadi, mari kita hadapi panasnya kota Jakarta bersama driver ojol kebanggaan. Tanpa dirimu, trip si anak absurb ini ga mungkin bisa terlaksana.

Kali ini turun dari motor si abang ojol, ngga disertai dengan pertanyaan penuh kebingungan. Karena mungkin driver saya pikir saya mau jalan-jalan ke pantai, trus nyebur soalnya sendirian banget hari itu nembus kota metropolitan. Hahahaha..

Dengan perjuangan yang luar biasa menembus kerumunan motor dan mobil yang sedang berebutan jalan untuk bisa menikmati libur tengah minggu itu saya berjalan. Letak Ereveld Ancol ini ke arah mall Ancol Beach City. Kalau kamu tau jembatan panjang di pantai dimana ada beberapa restoran di tengahnya. Nah, Erevald ini letaknya di salah satu ujung jembatan tersebut.

Masuk mengunjungi Ereveld ini sedikit berbeda dari waktu mengunjungi Ereveld Menteng Pulo. Karena pintu masuknya dikunci, jadi saya harus membunyikan bel terlebih dahulu untuk memanggil petugas membukakan pintu. Disaat petugasnya datang, disertai dengan pertanyaan ada keperluan apa mengunjungi Ereveld Ancol, karena harus mengajukan ijin untuk memasuki area tersebut. Saya aga bingung, karena saya pikir Ereveld itu sudah bebas dikunjungi oleh siapapun. Akhirnya saya berusaha meyakini petugas tersebut dan bilang kalau saya baru saja mengunjungi Ereveld Menteng Pulo dan bertemu dengan Pak Muhammad di sana. Disaat petugas itu melihat kamera yang saya bawa, dia juga menegur saya dan menyatakan kalau dilarang untuk membawa kamera. Tapi saya juga coba meyakini bahwa sebelumnya saya sempet memotret di Ereveld Menteng Pulo, dengan menunjukkan hasil foto yang saya miliki. Akhirnya dia mengijinkan saya untuk memasuki wilayah Ereveld Ancol, dengan beberapa pesan tentang hal memotret yang harus saya taati. Hal ini juga sebagai bentuk penghormatan bagi keluarga yang orang terkasihnya dimakamkan di tempat ini.

Konon katanya, pada zaman penjajahan Jepang, ada seorang tukang sapu tuli bisu yang bekerja di Kelenteng Bahtera Bhakti yang terletak 300 meter dari gerbang Ereveld Ancol.

Dialah yang kerap menyaksikan truk-truk Jepang membawa para tawanan ke dekat sebuah pohon di tepi laut. Dia juga menyaksikan pembantaian tawanan pribumi dan orang-orang Belanda yang dilakukan di tempat itu. Ereveld Ancol dulunya adalah hutan rawa yang tak berpenghuni.

Setelah 1946, tim dari Belanda datang ke Indonesia untuk mencari warga Belanda yang tak diketahui di mana rimbanya. Si tukang sapu kelenteng itulah yang kemudian menjadi saksi hidup dan memberi petunjuk tempat eksekusi orang-orang Belanda di lokasi di mana Ereveld Ancol sekarang berdiri.

Setelah deretan nisan di bagian ujung Ereveld ada pohon Mindi sebagai tempat eksekusi. Menurut salah seorang saksi mata, eksekusi tawanan di Ancol dilakukan oleh tentara jepang di bawah pohon Alianthus excelsa atau dikenal juga sebagai Hemelboom (Pohon Surga). Ada sekitar 200 orang yang di eksekusi di pohon Mindi, yang dulu merupakan satu-satunya pohon besar yang tumbuh di tempat itu. Pohon Mindi kini menjadi pohon yang diawetkan. Pada batang pohon Mindi terdapat penggalan puisi karya Laurence Benyon (Binyon) berjudul “For the Fallen

They shall grow not old, as we that are left grow old:

Age shall not weary them, nor the years condemn.

At the going down of the sun and in the morning

We shall remember them. We shall remember them

Tidak berapa jauh dari pohon terdapat monumen. Pada dinding depan Monumen terdapat tulisan “Hun geest heeft overwonnen” yang artinya “Semangat mereka telah menang”. Pada tempat ini korban pembantaian dikubur secara masal dan disemen. Setelah pencarian dan berdasarkan berbagai petunjuk lubang kubur digali, dikumpulkan kerangkanya, dan lalu dikubur kembali di tempat ini.

Sementara itu, pada bagian bawahnya terdapat sebuah lempengan yang bertuliskan “ter eerbiedige nagedachtenis aan de vele ongennoemden die hun leven offerden en niet rusten op de erevelden” yang berarti “dengan penuh hormat dari banyak orang yang tidak disebutkan namanya yang mengorbankan nyawa mereka dan tidak beristirahat di ladang kehormatan”.
Monumen sebagai tempat pemakaman masal. Sumber di link ini.

Nah, ada satu yang menarik di Ereveld Ancol ini. Dimana ada satu makam yang terpisah dari makam lainnya. Dan letaknya ada di antara pohon Mindi & monumen. Dan ternyata itu adalah makam dari seorang wanita korban salah tangkap. Pada nisan tertera nama L (Luuth) Ubels. Hal ini terjadi karena pada waktu masa penjajahan Jepang terdapat salah seorang bernama Ubels yang dianggap mengancam pemerintahan Belanda. Tapi sayangnya para tentara Jepang tidak mengetahui sosok Ubels yang akan mereka tangkap ini pria/ wanita. Saat rumah Keluarga Ubels disambangi oleh para tentara Jepang, yang ditemui ada saudara perempuan yang mengaku bahwa orang yang dicari itu adalah dia. Hal itu dilakukan untuk melindungi saudara lelakinya. Makam ini dipisahkan atas permintaan keluarga.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai Ereveld Ancol ini adalah

  • Ereveld pertama yang ada di Indonesia
  • Ada lebih dari 2.000 prajurit Belanda yang dimakamkan di Ereveld Ancol ini
  • Kompleks pemakaman Belanda untuk warga militer dan sipil Belanda dan beberapa orang Indonesia yang tewas dalam Perang Dunia Kedua, terutama pada saat serangan Hindia Belanda oleh Jepang dan selama pendudukan Jepang di Indonesia, baik dalam pertempuran maupun karena dieksekusi Jepang
  • Ereveld ini diresmikan tanggal 14 September 1946 dan dikelola oleh Nederlandse Oorlogsgraven Stichting (Yayasan Belanda untuk Pemakaman Perang)
  • Tokoh-tokoh yang dimakamkan di Ereveld Ancol ini : Jenderal Roelof Theodorus Overakker, Kolonel George Frank Victor Gosenson, Kapten Reinder Gebbienus de Lange, Letnan Satu J. Davijt, Letnan Satu Henri van Zanten, Dr. Achmad Mochtar, Hanny Hilgers, John Leslie Appleby, Tommy Powell dan W. Bechtolt, 18 pekerja dari Algemeen Landbouw Syndicaat yang dibunuh Jepang di sana, Louis Joseph Welter (dieksekusi Jepang di sana), Arnoldus Lambertus Jacques Wernink (dieksekusi Jepang di sana), Emanuel Victor Frederik Toers Bijns (dieksekusi Jepang di sana), Lambertus Allard Vellenga (dieksekusi Jepang di sana).

Ereveld Ancol berada 50 cm di atas permukaan air laut. Pada tahun 2007 dibangun tanggul baru yang membuat Ereveld Ancol bebas banjir sedikitnya selama 30 tahun. Sebelum dibangunnya tanggul ini, Ereveld seringkali mengalami kebanjiran. Hal ini dapat dilihat dari foto-foto proses pembangunan tanggul tersebut. Bahkan petugas yang mendampingi saya juga bercerita kalau waktu itu dia tidak bisa masuk ke dalam area Ereveld karena air di dalam itu setinggi pinggang orang dewasa. Tanggul ini diberi nama “Stenen Kustdijk” dan diresmikan bersamaan dengan pembukaan ulang Ereveld Ancol pada tanggal 25 Februari 2010 oleh Mr. R.S. Croll, presiden Oorlogsgravenstichting.

Pada nisan ada tulisan _”Geexecutereed”_dalam bahasa Belanda yang artinya dieksekusi yang menerangkan tempat di eksekusi. Tempat eksekusi berasal dari beberapa wilayah di Indonesia seperti Mandor, Kendari, Brastagi, Banjarmasin, Lembang, Sanggau, Ledo, Bojonegoro, Ancol dan beberapa kota lainnya. Di belakang satu deretan nisan ada tengara nisan yang menerangkan nama-nama orang yang dimakamkan. Ada yang satu makam terdiri beberapa jenazah dan ada juga yang di nisan di tulis _onbekenden_yang artinya orang tak dikenal.

Jenazah yang dimakamkan di Ereveld Ancol bukan hanya orang Eropa, namun juga orang pribumi. Salah satunya adalah Prof. Dr. Achmad Mochtar, Direktur pertama Lembaga Eijkman yang difitnah dan dieksekusi pada 3 Juli 1945 dan kuburnya baru ditemukan pada 2010.
Prof. Mochtar dituduh melakukan sabotase atas meninggalnya ratusan romusha pada tahun 1945 setelah disuntik vaksin TCD (tifus, kolera, disentri) dengan bakteri dan toksin tetanus. Prof. Mochtar menolak dengan tegas karena tidak bersalah, namun ia memilih menyelamatkan ilmuwan lainnya yang akan dieksekusi tentara Jepang jika ia tidak bersedia menandatangani surat pernyataan bersalah.

Dahulu di Indonesia ada 22 Ereveld yang tersebar di beberapa kota. Pada tahun 1945 Presiden Soekarno meminta agar semua makam Belanda dipusatkan di Pulau Jawa sehingga kini tersisa 7 buah yaitu di Jakarta: Menteng Pulo, Ancol, Bandung: Pandu, Cimahi : Leuwi Gajah, Semarang: Kali Banteng, Candi , dan Surabaya: Kembang Kuning.

Hal yang perlu diperhatikan untuk mengunjungi Ereveld

Ereveld terbuka untuk umum dan tidak perlu ijin untuk masuk dan melihat di dalam ereveld.

Namun jika Anda ingin membuat foto atau shooting video/ film atau datang dengan group, harap memberi tahu kami sebelumnya.

Untuk menghormati para korban perang dan keluarga mereka, kami mohon agar Anda memperhatikan hal di bawah ini :

  1. Jam buka ereveld adalah dari jam 07:00 – 17:00 WIB
  2. Tidak mengambilk foto/ video close-up dari makam-makam
  3. Tidak mengambil foto/ video dengan model atau foto-foto selfie
  4. Menjaga ketenangan di lokasi ereveld
  5. Menjaga kebersihan dan tidak merusak lokasi ereveld
  6. Foto/ Video yang diambil hanya untuk dokumentasi pribadi saja dan tidak untuk penggunaan yang bersifat komersial
  7. Diperlukan ijin khusus dari Oorlogsgravenstichting jika foto/ video digunakan oleh pihak ketiga
  8. Tidak mewawancarai karyawan maupun tamu di ereveld
  9. Tidak membawa binatang piaraan
  10. Berpakaian yang pantas
  11. Mohon menandatangani buku tamu sebelum meninggalkan erveld

Yayasan Makam Kehormatan Belanda mempunyai kantor di Jakarta yang khusus bertugas mengkoordinasikan dan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan di seluruh Makam kehormatan Belanda yang ada di Indonesia.

Alamat kantor Indonesia adalah :

Jl. Panglima Polim Raya 23

Kebayoran Baru, Jakarta 12160

Telp. 021 7207983

Fax 021 7252986

http://www.oorlogsgravenstichting.nl

Sebenarnya masih ada 1 tempat wisata kuburan yang tidak dapat saya kunjungi karena masalah waktu. Dia adalah Taman Prasasti di sekitaran Tanah Abang. Tempat ini terpaksa saya tidak kunjungi, karena beberapa tahun lalu saya sudah pernah berkunjung ke tempat ini. Jadi kalau teman-teman ingin berwisata yang berbeda di sekitaran Jakarta. Wisata kuburan ini bisa menjadi alternatif wisata teman-teman. Kuburan-kuburan yang saya kunjungi jauh dari kata menyeramkan, kotor dan berantakan. Saya bahkan terkagum-kagum mengenai betap rapih dan terurusnya makam-makam ini.

Wisata kuburan ini pun dapat mengajarkan kita dan para anak-anak muda, bahwa tidak ada yang menang dalam peperangan kecuali Ego dari kedua belah pihak yang bertikai. Karena pada akhirnya segala pertikaian baik mereka yang menang ataupun yang kalah akan berakhir pada satu rumah abadi.

Tapi bukankah kita adalah generasi yang harus menghargai sejarah. Sekalipun sejarah yang kita kenang adalah sejarah yang pahit untuk Bangsa Indonesia. Biarlah melalui peninggalan sejarah ini membuat setiap kita belajar untuk semakin menciptakan perdamaian di dunia ini.

Terima kasih pelajaran berharganya, Jakarta!

I’m not lucky, coz I’m blessed

-Pink-

Diposkan pada Bogor, Indonesia, jakarta, Jawa Barat, traveling

Devoyage – Sekarang Semua Orang Bisa Jalan-Jalan ke Eropa

*15 Juni 2018

Libur lebaran tahun ini saya putuskan jadi anak manis aja di Jakarta. Tapi… emang dasarnya kaki gatal, jadi mana tahan diem-diem aja di rumah.

Tahun ini akhirnya mutusin buat jalan-jalan di sekitaran Jakarta aja. Bogor akhirnya yang jadi salah satu pilihan wisata saya tahun ini.

Sebelum libur Lebaran dimulai,Erna uda ngewanti-wanti saya buat ngajakin dia jalan. Dia ini salah satu temen yang saya culik tahun lalu buat ke Karimun Jawa. Dan tahun ini, saya culik dia ke Bogor.

Kami janjian pagi itu di Stasiun Manggarai. Bogor bisa diakses dengan mudah & tanpa macet dengan menggunakan kereta. 1 jam perjalanan diisi dengan cerita banyak hal. Yah, karena kami teman sepelayanan di gereja dulunya. Jadi yang dibahas yah tentu aja hal-hal yang masih berkaitan dengan pelayanan kami. Diselipin dengan beberapa rencana perjalanan kedepan.

Kereta pagi itu cenderung sepi, dan suasana sekitaran Stasiun Bogor juga yang tidak terlalu riweh membuat kami bisa berjalan dengan nyaman.

Pagi itu kami mulai dengan sarapan soto kuning, di pinggir Stasiun Bogor. Hahaha.. Efek masih pagi & selepas Sholat Ied, jadi yah kami makan apa aja yang saat itu buka. Lumayan seporsi mie kuning Bogor mengawali langkah di kota yang dulu pernah jadi kota favorite saya.

Nah, selanjutnya kami berdua sedikit kebingungan tentang dimana letak tempat yang akan kami tuju. Honestly, saya ajak Erna tanpa cari info detail tentang akses menuju ke sana. Oopst.. sori, Na! Dan akhirnya dengan tanpa mikir panjang kami naik angkot ke Terminal Baranangsia, tapi kami turun di depan Tugu Kujang. Hahaha.. Untung Erna ga ngomel karena saya ga tau cara ke sana gimana. Once again, SORRY!

Setelah coba baca-baca blog yang bilang aga susah kalau mau ke sana dengan menggunakan angkot, akhirnya kami putuskan untuk naik kendaraan online. Karen berdua yah kami coba naik grab car/ go car. Dan kami lumayan dikejutkan dengan tarifnya yang bahkan sampai 148rb. Buseeeeeet… Sejauh apa sih tempatnya! Seketika, langsung merasa bersalah udah ngajak Erna. Tapi tarifnya sempet turun, sampe yang paling murah itu 48rb.

Dan entah angin dari mana akhirnya saya mengusulkan untuk naik grab bike, yang saat itu kalau dari sekitaran Tugu Kujang cuma dikenai tarif 16rb, jauh lebih murah dari pada harus naik grab car tokh.

Dan ternyata ini adalah cara terefektif! Hari itu kami akan menuju ke Devoyage – Bogor. Dan rute untuk menuju kesana pagi itu udah cukup bikin macet dan bahkan sempet stuck beberapa saat. Yah itu semua efek dari volume kendaraan & lebar jalan yang kurang seimbang. Ditambah lagi gang menuju ke Bogor Nirwana Residence yang cuma 2 jalur, dan harus melewati area pemakaman yang penuh dengan peziarah yang sedang melakukan tradisi nyekar ke makam keluarga/ kerabat di hari raya Lebaran. Tapi setelah melewati area itu, jalanan cenderung lancar.

Letak Devoyage ini sebenarnya berdekatan dengan Jungle Water Park, dan pintu masuknya bersebrangan dengan Hotel Aston.

Kami sampai sekitar jam 11 lewat dan siang itu ternyata Devoyage baru akan beroperasi mulai pukul 12 siang. Ach, saya pikir kami sudah kesiangan. Ternyata khusus hari Lebaran ini Devoyage buka siang, untuk memberikan kesempatan bagi staffnya Sholat Ied dan bersilahturami dengan keluarga.

Akhirnya kami masuk kedalam area untuk menuju ke tempat penjualan tiket.

Jam 12 kurang akhirnya loket dibuka, lebih tepatnya terpaksa dibuka karena tiga line antrian sudah mulai penjh dengan pengunjung yang antri. Bahkan sudah antri sampai keluar kanopi tempat penjualan tiket.

Sebelum masuk ke dalam, bersiaplah seluruh isi tas mu digeledah. Tidak boleh ada makanan & minuman yang dibawa. Pilihannya yang dibuang atau dititip. Dan botol air mineral kami yang untungnya sisa sedikit, kami buang ke tempat sampah.

Akhirnya kami bisa masuk menikmati area di dalam yang cantik sekali. Ada sungai buatan, dimana disediakan pershu warna-warni yang bisa disewa. Ada juga area bermain anak di bagian belakang, Diorama bangunan berwarna-warni yang cocok buat tempat selfie, photobooth, beberapa area penjualan makanan & minuman, dan jangan khawatir Devoyage juga menyediakan toilet yang cukup bersih, lelah mengelilingi tempat ini, ada banyak kursi-kursi yang disediakan untuk digunakan pengunjung untuk berfoto atau untuk beristirahat.

Nah, itu sebagian area pinggir sungai yang bisa dieksplore. Bisa duduk di pinggirannya sambil mandangin keluarga yang lagi ngedayung perahu atau yang lagi asik foto-foto. Owya, sempet baca kalau kedalaman sungai buatan ini sekitar 110m. So, buat para oarang tua, hati-hati yanh saat membawa anak-anaknya mengelilingi sungai dengan kapal ini.

Nah disamping sungai-sungai, ada banyak area lucu penuh warna yang bisa kita pakai sebagai background foto kita kita. Dan untuk dapatkan foto yang bagus, diperlukan kesabaran yang super extra.

Nah, tempat yang baru ini dengan spot-spot instagramable yang melinpah ruah ini sedang diburu oleh banyak turis dari sekitaran Bogor. Seperti ini penampakan Devoyage yang ramai bin padat merayap.

Lautan manusia dimana-mana. Siang yang panas menyengat itu lumayan bikin Bogor kehilangan kesan ademnya.

So, akhirnya dari perjalanan ke Devoyage ada beberapa saran buat teman-teman yang akan berkunjung ke tempat ini.

1. Gunakan Kendaraan Pribadi/ Transportasi Online

Susahnya akses angkot ke tempat ini akhirnya memutuskan kami untuk menggunakan Ojol. Iyah ojek, bukan mobil. Karena beberapa bagian jalan yang sangat padat, cukup memakan waktu kalau harus menggunakan mobil.

Tapi kalau terpaksa, usahakan datang sepagi mungkin, tentunya supaya bisa dapat parkir di area dalam Devoyage. Biar waktu keluar ga terlalu jauh untuk berjalan menuju mobil.

2. Makan & Minum Sebelum Masuk ke Devoyage

Berhubung ada pemeriksaan tas. Dan seluruh makanan + botol minum pasti akan digeledah. So, sebaiknya sudah makan terlebih dulu dari luar. Karena harga makanan & minuman di dalam lumayan mahal. Air mineral 10rb, minuman lainnya bervariasi antara 12.5rb – 20 rb. Makanan sekitar 10rb-25rb.

3. Bawa Topi/ Payung

Area di Devoyage banyak yang terbuka. Karena kami dateng tengah hari bolong, sejam-an berkeliking sudah lumayan bikin kepala sakit karena panas yang luar biasa. Ada beberapa area yang ada kanopi. Tapi sedikit sekali area yang bisa gunakan untuk berlindung.

Hujan deras? Hmm… rasanya ini menjadi salah satu pe er besar Devoyage untuk menyiapkan beberapa area yang bisa digunakan pengunjung untuk berteduh. Area yang seperti rumah warna/i itu tidak bisa dimasuki ternyata! Dia itu hanya bangunan 2 dimensi aja.

4. Gunakan alas kaki yang nyaman

Berhubungkita akan berjalan mengelilingi area, sebaiknya gunakan alas kaki yang nyaman. Karena ada beberapa area yang sedikit menanjak atau turunan. Dari pada kita tidak menikmati area tersebut karena kaki kita lecet. Yah sebaiknya diantisipasi dari awal.

5. Baju nyaman & tidak berwarna hitam

Seperti yang saya sampaikan di beberapa point dibatas. Ada area yang panas terik, outfit yang menunjang akan sukses membuat kita menikmati trip kita dengan maksimal.

6. Pakai sunglass & Sunscream

Kalau kamu berniat datang siang hari, sebaiknya gunakan sunsream biar kulit kalian ga kebakar dan sunglass, biar tidak terlalu silau menghadapi matahari yang lagi semangat-semangatnya bersinar di tengah hari bolong.

7. Bawa persediaan cash yang cukup

Karena disekitar area Devoyage ini belum terlihat fasilitas atm. Tapi kita bisa melakukan pembayaran tiket dengan atm.

8. Datang sepagi mungkin

Devoyage ini merupakan salah satu objek wisata yang tergolong baru. Dan banyak sekali orang yang penasaran untuk mengunjungi tempat ini. Datang pagi, gunanya supaya kita bisa lebih nyaman buat mengeksplore tempat & foto-foto didalamnya.

9. Ini tuh tempat wisata selfie

Nah, ini penting banget buat diketahui banyak orang. Buat mereka yang ga suka difoto atau mengupdate feed instagram merrka, tempat ini akan serasa neraka. Karena setiap pojok tempat ini isinya orang-orang yang berswa foto or bergroufie.

10. Jam operasional & Harga tiket

Weekdays 09:00 – 19:00 HTM : 25k

Weekend 09:00 – 20:00 HTM : 35k

Jadi sekarang sudah ada alternatif murah meriah untuk menikmati traveling seperti ke Eropa, Devoyage lah jawabnnya.

DEVOYAGE
Jl Boulevard Bogor Nirwana Residence Mulyaharja Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat

Melalui tulisan ini, saya juga ingin menyampaikan penghargaan tertinggi bagi setiap orang yang bekerja di industri jasa. yang merelakan waktu hari rayanya untuk tetap melayani kami yang berlibur. semoga tuhan limpahkan berkat & kesehatan.

Thanks also, Na. Yang sering jadi sasaran empuk korban penculikan untuk tujuan-tujuan absurb saya. Trima kasih buat bantuannya mewujudkan dream destination saya.

I’m not lucky,coz i’m blessed

-Pink-

Diposkan pada Banyuwangi, Jawa, Jawa Timur

Waduk Bajulmati – Raja Ampatnya Jawa Timur

Pagi itu kami menembus gelapnya kota mengarah ke ujung timur pulau Jawa. Perjalanan sejak jam 3 pagi sampai dengan jam 11 siang itu akhirnya menghantarkan kami sampai di tujuan pertama, Waduk Bajulmati. Perjalanan yang diselingi dengan berhenti untuk sholat & sarapan tentunya.

Sebelum destinasi ini terpilih, hati saya bertanya-tanya. “Apa sih yang menarik dari waduk ini?” Nama yang belum familiar untuk pilihan perjalanan menuju ke Banyuwangi. “Kenapa si Angky masukin waduk ini ke listnya Banyuwangi yaaaah?” Yah, itu sebagian kecil dari pertanyaan dalam hati saya tentang sebuah tempat bernama Waduk Bajulmati.

Dan… siang yang panas terik di awal pintu masuk itu, lumayan bikin saya aga ogah-ogahan. Ach, semoga aja tempatnya menarik. Ini kita disambut sama puanas yang mendidih. Semoga ga bikin hati ini panas waktu liat tempatnya nanti.

Eh, tapi sebelum kita lanjut.. Saya Sampein beberapa info singkat tentang tempat ini yah. Semua data saya ambil dari Wikipedia yah.

*SEKILAS INFO

Letak

di perbatasan wilayah Kabupaten Banyuwangi dengan Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Waduk Bajulmati yang terletak diantara Gunung Baluran dengan Pegunungan Ijen ini dibentuk dengan membendung Sungai Bajulmati sebagai sumber air utamanya.

Waktu Buka

Pk 07.00 – Pk 17.00

Rute

Ini hasil googling ke sumber ini yah.

Dari Arah Timur (Bali) :

Begitu menyebrang dari Pelabuhan Ketapang, langsung meneruskan perjalanan menyusuri jalan poros yang menghubungkan Banyuwangi dengan Situbondo. Ikuti terus jalan yang mengarah ke Baluran, melewati Watu Dodol dan Pasar Bajul Mati, hingga sampai di Pintu Masuk Baluran. Letak Pintu masuk Waduk Bajulmati hanya 10 menit dari situ.

Dari arah Utara/ Barat (Surabaya/Malang) :

Dapat langsung menuju ke Situbondo dan menyusuri jalur pantura yang menghubungkan Situbondo – Banyuwangi.

Nah, kita lanjut lagi. Waktu penampakan waduk ini, kami semua langsung terkagum-kagum dengan keindahannya. Dan sekalipun hari itu panas terik, tapi kami semua sepertinya langsung dipenuhi semangat 45 untuk sesegera mungkin turun dari elf dan mengeksplore tempat itu.

Kalau teman-teman berniat mengunjungi tempat ini dengan kendaraan pribadi, bisa parkir disekitar pendopo yang terletak di sekitaran tulisan WADUK BAJULMATI. Lalu, mulailah menyusuri beberapa pulau-pulau kecil disekitar untuk mencari spot seperti Wayag nya Raja Ampat.

Waduk Bajulmati ini juga semakin terlihat mempesona, karena dikelilingi dengan pegunungan-pegunungan. Terik panas siang itu rasanya terbayarkan dengan indahnya pemandangan disekitar.

Owya, kalau kamu berniat mengunjungi Baluran. Cobalah untuk menyelipkan Waduk Bajulmati ini sebagai salah satu opsi untuk dikunjungi. Ternyata selain Waduk Jatiluhur yang luas dan indah, saya menemukan satu lagi waduk yang memiliki pemandangan yang istimewa.

Ternyata perjalanan panjang, dan panas yang mengigit itu tidak jadi sia-sia. Terutama saat mata saya melihat hamparan pemandangan cantik dari sebuah waduk yang sangat jarang diberitakan oleh media.

Trima kasih Banyuwangi, sudah sukses membuat saya terkagum-kagum dengan pesonanya.

Photo Source : Banyuwangi Squad

-Pink-

Diposkan pada Banyuwangi, Indonesia, Jawa, Jawa Timur, traveling

BANYUWANGI 2018 : Siap-Siap Terkesima Dengan Pesonanya

Awal tahun lalu bareng Angky & Acil, tiba-tiba aja tercetus “kita ke Banyuwangi yukz!” And si anak yang mau-an ini langsung mengiyakan tanpa mikir panjang. Tahun ini lagi sering banget jalan sama mereka sambil buka share cost.

Kenapa Banyuwangi? Jujur aja kali ini karena di ajak! Hahaha.. Bener-bener ga ada persiapan ato karena lagi ngebet pengen kemananya. Pasrah sempurna deh intinya diajakin jalan kemana aja. Yang penting saya belom pernah ke tempat itu sebelumnya aja.

Yah lumayan, beberapa bagian dari Jawa Timur akhirnya bisa dikunjungin. Setelah beberapa tahun lalu menjelajah Malang & Batu juga ke ibu kotanya Surabaya. Kali ini kita beranjak ke kota paling timurnya Jawa, Banyuwangi.

Dan langkah selanjutnya yang harus diputuskan adalah, kita tuh mo kemana aja????

Di bagian proses ini lumayan alot perdebatan antar kami semua yang sama sekali ga kenal medan. Semuanya cuma bermodal nyari di google aja. Alhasil, kita semua dibuat ngiler parah sama berbagai destinasi yang kita baca. Akan tetapi…… waktu kita ga banyak buat explore Banyuwangi “The Sunrise of Java”. Dengan berat hati akhirnya kita memutuskan hanya akan mengexplore bagian utara dari Banyuwangi aja. Dan siap-siap berpisah dan ngiler sama bagian selatan yang punya pantai-pantai kece. Ach dalam hati saya berbisik, semoga punya umur panjang untuk balik lagi ke Banyuwangi.

Setelah segala macam tempat-tempat rekomen terkumpul, dan akhirnya deal rute dengan driver elf yang akan menghantarkan kita. Maka 10-13 Mei 2018 lalu saya dan 34 teman lainnya pergi mengunjungi Banyuwangi melalui Surabaya.

*Kisah Drama Yang Tak Rela Lepas Dari Setiap Kisah Perjalanan

Traveling tanpa kisah drama, layaknya sayur tanpa garam! Drama itu dimulai dari perjalanan ke Banyuwangi ini dimulai. Beberapa bulan sebelum kami berangkat, banyak beredar berita mengenai penutupan Gunung Ijen. Padahal tempat ini salah satu hal yang wajib and mesti dikunjungin kalau ke Banyuwangi. Ada sedikit kecewa dalam hati kalau-kalau kami ga bisa sampai ke tempat ini. Ach, tapi emang Tuhan baik banget. Sebulan sebelum perjalanan, kami dapat info kalau pendakian ke Gunung Ijen udah dibuka kembali.

Akhirnya tercapai juga cita-cita sebagian besar dari kami untuk melihat keindahan Gunung Ijen. Sekalipun sempat ada suara untuk tidak usah mengunjungi Ijen, karena saat ini pendakian dibuka mulai pukul 3.30 pagi. Yang artinya, kita belum tentu beruntung untuk melihat sosok blue fire dan juga sunrise. Tapi tekad sudah terlanjur bulat, apapun yang bisa dicapai saya percaya itu semua anugrah dari Tuhan.

Dan tibalah hari-h waktu kumpul sebagian besar peserta. Waktu yang cukup menguras emosi dan tenaga. Karena sebelum ke Stasiun Pasar Senen, masi ada beberapa hal yang harus dikerjakan. Alhasil sampai stasiun, ga bisa on time jam 1. Untungnya tiket kami sudah di print oleh teman-teman yang sudah lebih dulu sampai.

Sambil mengabsen 35 orang ikut, ternyata masih ada beberapa orang yang sudah 15 menit sebelum kereta berangkat, mereka belum hadir. Emosi yang dari senewen, naik ke panik. Dan peserta terakhir yang harus ditelpon, diteriakin adalah Mas Fahrul. Aiiich… terima kasih loh Mas Fahrul, yang uda sukses bikin kita lari sprint ngejer kereta yang uda tinggal 5 menit lagi berangkat. Mas Fahrul ini ditelpon udah sempat mengiklaskan dirinya ga ikut! But hello, you are so close to the station dude! So please do whatever you can to catch the train. Tau kan gimana cewe kalo uda panik di telpon! Hahahaha… I asked him to run out from the grab car to avoid the traffic. Ach, thank God, he can made it! Fiiiiuh… What an unforgetable time lah!

*Waduk Bajul Mati, Padarnya Jawa Timur

Ini adalah destinasi pertama yaang dikunjungi. Letaknya ga begitu jauh dari Taman Nasional Baluran, dan masih masuk di wilayah Situbondo.

Apa istimewanya? Tempatnya yang luas dan tentunya pemandangan pulau-pulau yang terbentuk di area waduk, membuat Waduk Bajul Mati seperti Pulau Padar di Flores. Konon katanya, kan yang nulis belom sampai liat cantiknya Pulau Padar. Soon kok!

*Senja di Taman Nasional Baluran

Setelah makan siang, kami menghabiskan senja di savananya Taman Nasional Baluran. Sayang akses masuk ke dalam cukup jelek. Tapi sebanding dengan pemandangan yang kita terima. Oh iya, jangan lupa buat singgah sebentar disekitaran Pantai Bama yah. Letaknya cuma setengah jam dengan mobil dari Padang Savana.

*Lari sejenak ke Bali

Memasuki hari ke-2 dari Banyuwangi trip. Ini adalah waktu yang tepat buat mengexplore laut & pantai.

And tanpa kita sadari, sebenarnya kita juga sedang meletakkan kaki kita di wilayah Pulau Bali. Aiich, lumayan bisa melepas rindu sejenak dengan indahnya pesona Bali.

Kali ini kami akan main sejenak di beberapa spot snorkling di sekitaran Pulau Menjangan. Lalu makan siang di Pulau Menjangan.

Setelah puas mengexplore pulau. Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi Pulau Tabuhan. Pulau kecil, dengan pasir putih, air laut biru – tosca & juga mercusuar di area pantai. Ach.. menambah indah pesona tempat ini.

Dan perjalan kali ini diakhiri dengan singgah di tempat penangkaran hiu. Sebenarnya ini tempat terapung, yang letaknya tidak terlalu jauh dari pinggir pantai. Ada banyak ikan-ikan berukuran besar yang bermain disekitaran tempat ini. Sungguh menarik bahkan buat saya yang hari itu ga ikut nyebur

*

Ijen, Tanjakan Maut yang Mempesona

Perjalanan panjang itu akhirnya akan berakhir di pendakian meraih blue fire & sunrise di puncak Gunung Ijen.

Siapkan fisik mu yah teman, karena medan yang akan dilalui tidaklah mudah untuk mereka yang tidak terbiasa menanjak gunung.

Tapi jangan khawatir, ada ‘taksi’ istimewa yang siap menghantar kamu untuk mecapai puncak dan perjalanan menuruni puncak. Asal kamu bisa siapkan uang 500.000 untuk sekali perjalanan naik & 200.000 untuk sekali perjalanan turun.

Perjalanan 4 hari, 3 malam yang luar biasa menguras emosi & fisik akhirnya harus berakhir. Dan rasanya masih ada rasa penasaran yang cukup besar untuk kembali datang menghampiri kota ‘The Sunrise of Java’ ini suatu saat nanti. Masi banyak objek wisata di sekitaran Banyuwangi yang kemarin belum sempat terjamah.

-Pink-

Diposkan pada jakarta, Tanpa kategori

Ada Karya Yayoi Kusama di Museum Macan..!

19 Mei 2018, 4 orang yang baru aja minggu sebelumnya pulang dari Banyuwangi dan sepertinya gagal move on untuk berpisah akhirnya memutuskan untuk kembali bertemu.

Dan hari ini dimulai dari ajakan Rin Putri ke saya, dari sejak perjalanan ke Banyuwangi minggu lalu. Dan berlanjut ke ajakan di group yang akhirnya direspon oleh Angky & Mba Dewi.

Akhirnya Sabtu itu kami memutuskan untuk mengunjungi Museum Macan (Modern And Contemporary Art in Nusantara), yang letaknya lumayan jauh untuk saya yang berdomisili di sekitaran Jakarta Timur. Tapi mengingat museum ini sangat terkenal sejak dibuka pada November 2017 lalu.

Tanpa menunggu lama, kami berempat akhirnya bertemu hari itu. Dan sedikit harapan dalam hati, semoga diminggu pertama puasa membuat kondisi Museum Macan lebih sepi. Ternyata kami salah besar, sebelum waktu bukanya saja kondisi Museum macan ini sudah terlihat ramai oleh banyak pengunjung.

Ada yang datang bersama dengan orang tua, suami dan anak-anak, atau seperti kami bersama dengan teman-teman. Intinya Museum macan ini bisa dinikmati oleh berbagai macam tingkat usia pengunjung.

Nah, ada beberapa informasi yang bisa saya share buat teman-teman yang berencana untuk mengunjungi Museum Macam, terutama saat ini ada pameran karya seni dari Yayoi Kusama.

*Location

Oke sebelum kita lanjut, saya infoin dulu dimana sih letaknya Museum Macan ini.

AKR Tower Level MM
Jalan Panjang No. 5 Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530
Indonesia

Phone+62 21 2212 1888
Email info@museummacan.org

10.00 – 20.00 daily. Queue for Infinity Rooms closed at 19.00

Owya, Museum Macan ini tutup setiap hari Senin. Dan rata-rata museum di Jakarta juga tutup. Jadi cari hari lain aja yah untuk membuat rencana keliling museum di hari Senin.

Getting to the Museum
PUBLIC TRANSPORTATION
TJ 8 Kebun Jeruk / KWK 03 Pinggiran Toll / Terminal Kebun Jeruk

TOLL ROAD
Across Gerbang Tol Kebun Jeruk 1

TRAIN
About 25 Minutes Drive From Stasiun Pesing / Stasiun Taman Kota / Stasiun Palmerah

CAR
Via Jalan Panjang Dan Jalan Perjuangan

Saya sih kemarin naik Transjakarta ke arah Grogol, turun di halte depan Slipi Jaya. Nah dari situ tinggal tunggu TransJakarta yang jurusan Poris. Di pintu keluar tol Kebon Jeruk kita turun, Gedung AKR sudah ada di sebelah kiri jalan. Jadi tinggal jalan & nyebrang jalan aja deh.

*Yayoi Kusama “Life is The Heart of A Rainbow”

Dan salah satu alasan saya untuk membelah Jakarta di Sabtu pagi kemarin adalah karena Museum Macan sedang menampilkan karya dari Yayoi Kusama. Tolong jangan salah sebut jadi “Kusuma” yah. Nama yang layaknya seperti kebanyakan dipakai oleh saudara-saudara kita dari pulau Jawa, masalahnya Yayoi Kusuma ini bukanlah seniman yang berasal dari Indonesia, melainkan berasal dari Jepang. Karya-karyanya akan dipamerkan sejak 12 Mei 2018 – 9 September 2018.

Kami berempat cukup beruntung, karena sebelumnya karya Yayoi Kusama ini dipamerkan di Jepang, Australia, Singapur, dan sekarang kesempatan untuk melihat hasil karyanya datang untuk Indonesia, terutama warga Jakarta dan sekitarnya. Banyak loh artis Indonesia yang sebelumnya datang ke instalasinya yang di Singapura, bahkan kembali datang saat dipamerkan lagi di Jakarta. Dan menurut mereka, ada beberapa karyanya yang tidak dipamerkan waktu di Singapur.

So, mumpung masih ada waktu yang lumayan panjang, disempetin yah untuk datang ke Museum Macan. Jangan sampai menyesal dan akhirnya harus pergi jauh ke studio Yayoi Kusama di Jepang sana.

Buat saya, Yayoi Kusama ini sungguh nyentrik, seorang yang usianya sudah jauh dari kata muda ini. Punya taste yang menarik banget soal warna & bentuk. Dan yang sangat mudah dikenali yah karyanya dia yang bentuknya seperti “totol-totol” warna-warni.

Karyanya sudah dimulai sejak 1950an, dikala saya belum lahir. Dan bertahan sampai dengan sekarang, dan konsisten dengan bentuk, warna & kenyentrikannya. Ada banyak sekali instalasi yang dipamerkan di Museum Macan ini. Kalian pasti akan terkagum-kagum dengan hasil karyanya.

Owya, kenapa hasil karyanya begitu nyentrik. Semua itu bermula dari masa kecilnya yang secara rutin mengalami halusinasi, berbentuk aura di sekitar objek atau tanaman dan binatang yang berbicara. Justru dari halusinasinya itulah, dia malah mulai berkarya dan karya-karyanya menjadi sangat tenar seperti sekarang ini. Dan akhirnya ia mendapat julukan sebagai ‘The Queen of Polkadot’.

Nah, jadi kamu makin tertarik kaya kami berempat menjelajah karya-karyanya Yayoi Kusuma? Kalo kamu tertarik, ada beberapa hal yang mau saya saranin sebelum kamu pergi ke Museum Macan.

1. Beli tiket Online aja

Sebelum masuk ke pameran seluruh karya seni Yayoi Kusama ini, Museum Macan sudah cukup menjadi incaran banyak orang. Terutama bagi mereka yang sangat suka untuk menambah feed Instagram. Padahal Museum Macan ini belum genap setahun ada di Jakarta, tapi pamornya seringkali membuat banyak orang rela mengantri ria untuk masuk.

Nah, untuk menghindari antrian pembelian tiket OTS yang sering kali mengular. Saran saya, lebih baik tiket dipesan secara online melalui link ini. Tenang itu link tempat penjualan tiket resmi ko.

Kalian bisa pesan H-1 dari waktu kedatangan kalian ko, sama seperti waktu kami memutuskan untuk pergi kesini.

Berapa harga tiketnya..?

Adult: IDR 100,000
Student / Senior: IDR 90,000
Child: IDR 80,000

Nanti saat kamu akan terima eticket di email kamu, tinggal tunjukkan itu aja waktu kamu masuk. Ga perlu repot-repot di print tiketnya yah, itung-itung buat ngurangin penggunaan kertas.

2. Pilih Tiket yang Jam 10 Pagi

Museum macan ini membagi pembelian tiket ke beberapa session

Session 1 : 10:00 – 12:00

Session 2 : 12:00 – 14:00

Session 3 : 14:00 – 18:00

Session 4 : 18:00 – 20:00

Nah, kalo kami lebih prefer ke session 1. Karena antrian untuk masuk masih cenderung sepi. Dan untuk masuk ke beberapa instalasinya yang biasanya padat merayap kaya Infinity Room, kita masi punya kesempatan yang cukup bahkan masih bisa antri 2-3 kali.

Kemarin di Infinity Room ini, saya dan Angky sampai antri 2x dan masing-masing sesi diberi waktu 30 detik. Karena waktu itu hanya ada 2 orang saja yang ikut mengantri bersama dengan kami. Tapi semakin lama antrian semakin mengular. Dan waktu untuk mengeksplore ruang kotak ini semakin sedikit.

Fyi, kita sebenernya bisa explore Museum Macan selama yang kita mau. Tapi kita bisa keluar masuk hanya sampai batas maksimum tiket kita aja. Misalnya saya ambil yang session 1, artinya saya bisa stay disana sampai semau saya. Tapi kalau saya mau keluar ke toilet atau mau ke cafe di depannya. Saya diperkenankan masuk lagi maksimum sampai dengan jam 12 siang. So, kalau kamu mau lama-lama didalam, yah jangan keluar sampai batas akhir tiketmu.

3. Pakai Tas Sekecil Mungkin!

Diawal saat kita akan masuk ke ruang pameran, sudah ada petugas yang akan mencegat setiap orang yang masuk dengan tas besar. Jangankan tas besar, slig bag yang dipake sama Angky aja terpaksa harus dititipkan. Jadi yang bisa dibawa masuk itu yah cuma handphone kita aja.

4. Lupakan Kamera, Bawalah Handphone Selfie terbaikmu!!

Nah, berhubung kita ga bisa bawa tas besar. Jadi modal kita didalam ruang pamer hanya handphone aja. Pastikan handphone kita fully charge, Memorynya masih lowong and siap sedia power bank. Karena terlalu banyak instalasi yang bisa jadi objek foto beraneka gaya didalam sini. Owya, jangan gunakan flash yah saat kita mau mengambil gambar. Pencahayaan di dalam ruangan sudah diatur sedemikian rupa sehingga foto-foto kita jadi menarik.

5. Pake Sendal yang gampang di lepas & dipakai!

Beberapa instalasi disini berbentuk ruangan yang unik-unik. Dan untuk masuk kedalamnya kita harus melepaskan alas kaki kita. Jadi daripada kamu ribet harus lepas, pakai, ikat talinya lagi. Saran saya lebih baik kamu pakai sendal yang nyaman untuk berkeliling.

6. Makan & Minum Yang Cukup Yah Sebelum Eksplore Museum Macan!

Sangking semangatnya dengan museum ini, beberapa dari kami lupa sarapan. Padahal kami baru keluar dari Museum Macan sekitar jam 1. Alhasil perut keroncongan and tenggorokan kering kerontang.

Kalau kamu udah ga tahan, di depan pintu masuk ada kafe yang nyaman banget buat tempat menikmati kopi/teh dengan pemandangan yang menarik. Dilantai bawah juga ada Starbucks.

Tapi kami berempat lebih memilih Lippo Mall Puri, buat menikmati makan siang kala itu. Cukup dengan membayar 24k kami sudah sampai ke sana dari Museum Macan, ga terlalu jauh kok. Btw, sebenernya tujuan awal itu Mall Puri Indah, tapi karena kami ga menguasai daerah itu. Jadi kami semua pasrah saat driver Grab mengantarkan kami ke Lippo Mall Puri. Dan lucunya, kami baru sadar letak Mall Puri Indah saat kami akan menuju ke stasiun kereta. Hari yang seru dan menarik bersama dengan mereka.

7. Jangan Lupa Ambil Guidence Book

Semoga niatmu untuk datang ga hanya untuk foto-foto. Tapi juga untuk menyelami isi kepala sang artist yang karyanya sedang dipamerkan. Nah, guidence book ini bisa kita temuin di pintu masuk (lumayan buat bahan baca-baca sambil menunggu antrian masuk), atau di beberapa instalasi yang ada di dalam. Dari guidence book ini kita juga bisa tau pembagian ruangan dari karya-karya yang dipamerkan. Trus juga kisah dibalik setiap karya yang dipamerkan.

8. Be Carefull With Your Curiosity!!

Yang namanya karya seni itu biasanya harganya muahaaaaal minta ampun. Jangan sampai karena rasa penasaran kita, akhirnya kita menyentuh, mengangkat bahkan amait-amit sampai merusak karya yang dipamerkan.

Niscaya kalian akan kena serangan jantung mendadak kala mengetahui berapa harga dari karya itu!! Sekalipun sanggup membayar, tapi kan sayang kalau tabungan jadi terkuras mendadak.

Nah, untuk menjaga dari orang-orang yang ga bisa menahan diri ini. Disepanjang ruang pamer ada banyak sekali petugas berbaju kuning yang akan menjaga. Baik yang bertugas sebagai time keeper ataupun mereka yang menjaga agar setiap barang-barang yang dipamerkan tidak disentuh/dirusak oleh para pengunjung.

9. Googling gaya terunik buat difoto!

Karena disepanjang kita melangkah, karyanya Yayoi Kusama ini amat sangat menarik dan bikin semangat buat difoto. Ditambahlah kalau aja instalasi itu berupa ruangan, dimana kita hanya punya 20-30 detik untuk masuk didalamnya.

So, saran saya carilah sudut yang menarik buat ber-selfie ria dan juga gaya yang instagramable buat foto. Sayang kan udah bayar mahal-mahal and gaya kita cuma kaya anak murid yg lagi disetrap, gaya tegak lurus nan kaku itu.

10. Pelajarilah Ilmu Sabar dan Iklas

Ini ilmu yang sangat sangat penting diterapkan saat mengunjungi Museum Macan. Layak diterapkan kala antrian mengular begitu panjang. Dan iklas untuk bergantian, kala pintu digedor petugas. Dan kita terpaksa keluar, padahal belom dapet foto yang oke. Hiiks moment banget deh.

11. Enjoy The Museum..

Segede apa sih Museum Macan itu? Hmm.. Lumayan gede buat dijelajahi naik turun and kesana kemari menikmati instalasi yang menarik-menarik itu kok! Berapa banyak instalasi yang dipamerkan. Untuk masa pameran Yayoi Kusama ini, ada banyak sekali. And dibagi dalam beberapa tema. Kamu dijamin ga bosen kok.

Sambil menunggu antrian, kita bisa melihat instalasi ‘Great Gigantic Pumpkin’.

Selanjutnya kita akan melihat semakin banyak polkadot dan balon dalam ukuran besar di ‘Dots Obsession’.

Ada juga bentuk instalasi yang perlu keahlian intip mengintip.

Selain itu juga ada bola besar yang bisa kita masuki untuk foto-foto. Tapi waktunya terbatas hanya 30 detik yah.

Dan ini penampakan didalamnya..

Dan berlanjut lagi masuk ke area ‘Narcissus Garden’. Terdapat hamparan kurang lebih 2.000 bola besi berukuran diameter 17cm yang memenuhi lantai ruang pamer.

Owya, bola-bolanya jangan disentuh yah! Karena kalau dia bergerak, maka kacaulah susunannya.

Nah, ini adalah beberapa karya ‘Early Works’ nya Yayoi Kusama.

Dipojokan ada ‘Manhattan Suicide Addict’

Masuk semakin dalam kita bisa menikmati perjalanan karya seninya Yayoi Kusama sejak awal melalui video yang diputar di dalam ruangan ‘Body and Performance’.

Berhubung ada karya seni yang menunjukkan tubuh yang telanjang. Jadi ruangan ini hanya diperkenankan untuk pengunjung yang berusia 18 tahun ke atas. Dan tidak boleh mengabadikan gambar apapun di dalam.

Didepannya ada berbagai karya ‘Net Paintings’ yang berwarna nyentrik dan berukuran cukup besar.

Masuk ke area ‘Experiments in Japan’ ada ruangan yang bisa kita masuki dengan melepas alas kaki kita. Sekali lagi, waktu kita terbatas yah untuk mengeksplore ruangan ini. Sekitar 30 detik kalau tidak salah ingat.

Ada juga area ‘My Eternal Soul’

Lanjut ke area ‘Love Forever’

Honestly, saya ga jago menggambarkan apa isi kepala si artist untuk karya yang satu ini.

Nah,masih ada lagi nih ruangan yang sangat ajaib isinya. ‘My Eternal Soul’

Last but not least, ruangan paling panjang antrinya. Dan ruangan ini yang menjadi salah satu alasan betapa famousnya Museum Macan. Dia adalah ruang ‘Infinity Room’. Salah satu keuntungan saya dan Angky datang pagi yaitu bisa bolak balik masuk ruangan ini sampai 2x. Dan berhubung masi sepi peminat, kami diberi waktu 30 detik. Ach, rejeki anak soleh banget ga tuh?

Owya, hati-hati yah masuk ruangan ini. Jangan karena terlalu happy, kamu harus nyemplung ke dalam air.

Nah, masih ada 1 ruangan lagi. Yang ini favorite saya. Ruangannya full colour, sebelum masuk kamu akan dibekali sticker yang bebas kamu tempelin dimana aja.

Kamu harus naik 1 lantai lagi ke Level 6 ‘The Obliteration Room’

Ada bonus satu ruangan lagi, ini bukan bagian dari karyanya Yayoi Kusama yah. Ruangan ini sebenarnya lebih cocok buat anak-anak. Karena di dalam sini kita bs mewarnai dengan cetakan dari plat yang tertanam di meja. Nama ruangannya ‘Children’s Art Space’.

Nah, itulah pengalaman yang bisa saya share hasil dari perjalanan saya minggu lalu dengan Rin Putri, Angky and Mba Dewi. Semoga bisa menginspirasi semakin banyak orang untuk menikmati museum modern.

-Pink-